Surabaya (Antaranews Jatim) - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya siap memberangkatkan jamaah calon haji setelah dikukuhkan di Surabaya, Jawa Timur, Selasa malam.

"PPIH Embarkasi Surabaya diberi amanah agar memberi pelayanan optimal dan maksimal bagi jamaah calon haji asal Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Timur," ujar Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar, usai melantik segenap anggota PPIH Embarkasi/ Debarkasi Surabaya.

Anggota PPIH Embarkasi/ Debarkasi Surabaya berasal dari berbagai unsur, di antaranya Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Jawa Timur, dan Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Jawa Timur.

Selain itu juga terdapat unsur dari Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya, Kantor Imigrasi Kelas 1 Surabaya, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean Juanda, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Surabaya, Unit Pelaksana Teknis Asrama Haji Surabaya, Kantor Otoritas Bandara Juanda dan Angkasa Pura 1 Bandara Juanda.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Syamsul Bahri mengatakan PPIH Embarkasi Surabaya akan memberangkatkan 37.055 calon jamaah haji asal provinsi Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Timur.

"Rinciannya adalah 35.270 calon jamaah haji dari Jawa Timur, 700 dari Bali dan 670 dari Nusa Tenggara Timur. Total petugas kelompok terbang atau kloter berjumlah 415 orang," katanya.

Dia menandaskan, tiga kloter pertama berasal dari Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi, Jawa Timur, akan mengawali masuk Asrama Haji Surabaya pada tanggal 16 Juli untuk kemudian diberangkatkan ke tanah suci pada 17 Juli.

"Keberangkatan terakhir Embarkasi Surabaya menuju tanah suci pada 15 Agustus. Sedangkan kedatangan pertama dari tanah suci di Debarkasi Surabaya dijadwalkan pada tanggal 26 Agustus, serta kedatangan terakhir pada tanggal 25 September," ujarnya. (*)