Selamat Datang di LPPL Radio Kanjuruhan FM Malang - Live Streaming

MALANGTIMES - Pemandangan tak biasa di halaman Stadion Kanjuruhan. Biasanya, halaman ini selalu dipenuhi suporter Aremania. Namun, pada Minggu (14/10/2018), halaman ini dipenuhi ratusan pembalap. Mereka berlomba menggeber motor balap yang dikendarainya, pada ajang Indonesia Supermoto Championship (ISC) 2018.

Event Director ISC 2018 Endiyatmo Widagdo menjelaskan, total ada 139 peserta yang berkompetisi di ajang final ISC kali ini. Ratusan peserta ini tergabung dari empat kelas yang dilombakan. Yakni kelas SM 4  Pro 150 cc, SM 3 Pro 175 cc, SM 2 Pro 250 cc dan SM 1 Pro 450 cc. Sedangkan untuk kontestan di kasta supporting class, yaitu SM Lite 150 cc Non Pro/Komunitas, SM Prostock 175 cc Non Pro/Komunitas, dan SM Superstock, SM 175. “Selain di tingkat supermoto, penyelenggara juga mengadakan dua kelas sepeda motor win, yaitu yang tergabung di kelas Superwinoto (komunitas pecinta motor Win) Dinasuar pada kelas kontes, dan Superwinoto Balap. Jika ditotal dengan motor Win, mungkin peserta mencapai lebih dari 150 peserta,” kata Endiyatmo.

Endiyatmo menambahkan, pada ajang supermoto ini memang masih baru diadakan kejuaraan tingkat nasional. Dimana di tahun kedua ini, Stadion Kanjuruhan dipilih untuk penyelenggaraan laga final. Medan aspal yang memadai, dengan kelokan yang mendominasi. Menjadikan alasan kenapa halaman markas Arema Fc ini dipilih.

Selain itu, kombinasi trek pasir, dengan perpaduan beberapa tanjakan jumping, membuat panitia semakin yakin untuk menggelar ajang final di Malang. “Kami sudah survei, medan balap seperti disini (Malang) memang sangat jarang ditemui di Indonesia, selain itu animo dari masyarakat juga sangat tinggi, baik peserta balap maupun penonton yang menghadiri kejuaraan,” imbuh Endiyatmo.

Dari ratusan peserta yang terlibat, nama tenar seperti Doni Tata Pradita, juga nampak berjibaku untuk meraih podium juara, di kelas SM 1 Pro 450 cc. Hal ini tentunya menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat yang menggilai balap supermoto.

Kepada MalangTIMES Endiyatmo menceritakan kilas balik terlahirnya balap Supermoto di Indonesia. Berawal dari rasa kepedulian terhadap komunitas yang banyak dijumpai di lingkungan masyarakat. Membuat Endiyatmo dan kawan-kawan menggagas balap otomotif baru di Indonesia. Dari yang semula anggota komunitas hanya sebatas kopdar, kumpul antar anggota, dan touring ke berbagai destinasi wisata. Dengan adanya fasilitas semacam ini tentunya bisa menyalurkan bakat terpendam para pecinta kuda besi jenis trail ini, di kalangan komunitas.

“Biasanya kan dari anggota komunitas ada yang memodifikasi kendaraannya sehingga melaju kencang, nah untuk itu ajang supermoto ini diadakan untuk memberi sarana kepada mereka yang hobi balap dengan cara kejurnas,” ujar Endiyatmo.

Who's Online

We have 103 guests and no members online

Visitors

619419
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
1114
1197
2311
608898
21218
27758
619419
Your IP: 54.91.203.233
2018-11-19 20:28