Selamat Datang di LPPL Radio Kanjuruhan FM Malang - Live Streaming

Watch the video

Menteri pertanian, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. melakukan panen sekaligus tanam padi jenis IR 300 di Desa Ngebruk Kecamatan Sumberpucung hari ini, Kamis (26/2) usai diterima Bupati Malang, H. Rendra Kresna di Peringgitan Pendopo Agung.

Dalam suasana terik di tengah persawahan mentan sempat melakukan dialog dengan Bupati dan petani. Dalam pertemuannya dengan mentan tersebut Bung Rendra menyampaikan tiga hal penting terkait pertanian di Kabupaten Malang, "Kabupaten Malang sebagai kabupaten yang berbasis pertanian dan perkebunan semua program pemerintah bermuara pada bagaimana menjadikan pertanian dan perkebunan dapat menjadi alat untuk mensejahterakan masyarakat Kabupaten Malang.

Namun hingga saat in masih ada beberapa kendala yang dihadapi oleh baik oleh pemerintah sendiri maupun Poktan dan Gapoktan.

Yang pertama adalah peralatan, karena saat ini buruh-buruh tani entah itu buruh tanam maupun buruh matun berkurang. Sehingga harus didukung oleh peralatan-peralatan pertanian yang diharapakn akan dapat menutupi kekurangn tersebut, apakah hand traktor,
combain harvester dan sebagainya.

Yang kedua, beberapa sumber, debit airnya sudah mulai berkurang sehingga pengairan untuk sawah juga berkurang, ditambah lagi pembangunan irigasi kami khususnya yang disaluran tersier masih banyak yang berbasis tanah. Oleh karena itu kami mohon juga agar ada kebijakan dari Mentan, yang pertama agar pemerintah Kabupaten Malang juga diperbolehkan menangani saluran irigasi tersier karena hingga saat ini masih ada peraturan dari pemerintah pusat bahwa saluran tersier itu tidak boleh ditangani oleh pemerintah kabupaten melainkan harus ditangani oleh para petani. Mohon ada kebijakan untuk ini, mungkin ada SK Menteri yang memperbolehkan hal tersebut.

Yang ketiga, jalan usaha tani. Kami sudah banyak berbuat dan sudah banyak pula bantuan dari kementan dari provinsi namun masih banyak jalan tani yang berbasis tanah sehingga itu menjadi kendala bagi produk pertanian kami untuk sampai ke pasar. Dan yang tidak kalah penting adalah combain harverster. Sebagaimana analisa kementan bahwa combain harvester itu bisa mengurangi losses dari 15 % menjadi 5 % dengan demikian manakala produksi padi di Kabupaten Malang kurang lebihnya 500 ribu ton. Dan jiak lossesnya bisa ditekan hingga 5 % atau 50 ribu ton maka jumlah yang sebesar itu bisa dimakan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Menanggapi penyataan Bupati, Mentan menjelaskan bahwa untuk bisa mencapai swasembada pangan, dalam kurun waktu tiga bulan terakhir selama masa jabatan kurang lebih tiga bulan pertama kementan telah melakuan refokusi. Bulan Desember kemarin kita berikan bantuan 10 ribu hand traktor untuk seluruh wilayah Indonesia termasuk Provinsi Jawa Timur juga Malang. Kemudian ada anggaran refokusi untuk pertanian sebesar Rp 4,1 Triliun. Dimana dana tersebut menurut keterangan mentan berasal dari biaya perjalanan dinas pejabat di Departemen Pertanian yang dialihkan. Kemudian ada dana APBNP (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan) sebesar Rp 16,9 Triliun, dimana dana ini tahun lalu tidak ada. Ini merupakan bentuk perhatian presiden untuk bisa mencapai swasembada pangan, jumlah ini juga merupakan yang jumlah yang terbesar sepanjang sejarah,tegas Amran.

Selain itu masih menurut Mentan, juga ada DAK sebesar Rp 4 Triliun yang diperuntukkan untuk jalan tani. Juga bantuan sapi. Untuk Kabupaten Malang kurang lebih sebesar 200 ekor sapi. Kami sudah mendengar bahwa Kabupaten Malang merupakan penghasil sapi terbesar di Indonesia. IB yang dilakukan bahkan sudah menghasilkan 60 ribu anakan sapi tambahnya. (ind)

Who's Online

We have 34 guests and no members online

Visitors

347469
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
610
771
1381
339889
10343
25050
347469
Your IP: 54.82.79.109
2017-12-11 13:09