Selamat Datang di LPPL Radio Kanjuruhan FM Malang - Live Streaming

Watch the video

Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Malang, Kamis (26/2) Menteri Pertanian, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. memberikan kuliah umum di Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP) Malang di Desa Ketindan, Kecamatan Lawang.

Kuliah umum yang dilakukan di Sasana Griya Sabha Ir. H. Syamsuddin Abbas tersebut dihadiri tak hanya mahasiswa STPP Malang, namun juga para penyuluh pertanian dan anggota Babinsa.

Tema yang diangkat dalam kuliah kali ini adalah Upaya Khusus Peningkatan Swasembada Padi Jagung Kedelai Nasional. Tak hanya mendengarkan kuliah tamu, para peserta juga melakukan interaksi langsung dengan mentan dan berdialog. Dalam kuliahnya, Mentan
yang datang menggunakan setelan hitam putih ini menitipkan pesan kepada para mahasiswa, Kalian adalah pemuda harapan bangsa. Maka dari itu gantungkan cita-cita setinggi langit. Jika mau berhasil maka bangunlah karakter yang unggul. Lalu seperti apa karakter unggul itu? Karakter unggulan adalah jujur, disiplin, punya karakter, memiliki integritas kerja dan tak lupa untuk selalu berdoa. Jika ingin berhasil kita harus selalu berbuat jujur, dan jangan biarkan waktu terbuang sia-sia, jelasnya.

Untuk bisa mengurangi import dan mencapai swasembada, kita semua harus bergerak. Kita membuat pangan bukan hanya untuk saat ini, tapi untuk masa depan. Agar kita bisa menjadi kebanggaan anak cucuk kita. Meski saat semua tengah melakukan kerja keras untuk bersama-sama mewujudkan swasembada pangan khususnya pading, jagung, dan kedelai. Mentan tidak ingin tanaman holtikultura
salah satunya buah ditinggalkan. Saya sangat prihatin dengan banyaknya minuman atau produk makanan olahan salah satunya minuman sari buah, yang kebanyakan bukan diproduksi oleh anak negeri namun dari luar negeri semua.

Berapa banyak keuntungan yang bisa diraup perusahaan-perusahaan tersebut. Maka dari itu tanaman buah tetap harus kita pacu pertumbuhannya. Kita pun juga harus memiliki kebanggan dengan produk dalam negeri. Selain itu, dengan semakin sempitnya lahan pertanian yang ada maka harus dilakukan intensifikasi.

Kedepan akan terjadi banyak pergeseran di sektor pertanian. Dari yang dulunya dikerjakan tiga atau empat orang bisa dilakukan hanya satu orang dengan bantuan mesin. Selain menghemat biaya juga waktu. Transformasi sosial perlu kita lakukan.(ind)

Who's Online

We have 59 guests and no members online

Visitors

347500
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
641
771
1412
339889
10374
25050
347500
Your IP: 54.82.79.109
2017-12-11 13:17