SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Tim Ketahanan Pangan Kabupaten Malang intensif melakukan pantauan harga dan stok sembilan bahan pokok (sembako). Ini setelah susunan tim ketahanan pangan resmi disahkan oleh Bupati Malang sehari menjelang bulan suci Ramadan.
Kabag Ops Polres Malang, Kompol Sunardi Riyono mengatakan, saat ini pihaknya sebagai anggota tim ketahanan pangan intensif melakukan pantauan harga dan stok barang. Hasilnya hingga sekarang dinilai belum ada gejolak signifikan atas harga sembako dan distribusi dirasa jumlah mencukupi kebutuhan masyarakat.
"Namun kondisi seperti itu bukannya membuat kami kendor melakukan pantuan, tapi justru akan semakin kami intensifkan pemantauan pergerakan harga sembako dan stoknya agar tidak terjadi gejolak signifikan," kata Sunardi Riyono, Rabu (31/5/2017).
Memang, diakui Sunardi, pantauan harga dan stok sembako oleh tim ketahanan pangan seharusnya sudah intensif dilakukan sejak dua pekan sebelum bulan Ramadan. Akan tetapi karena terkendala faktor administrasi di Pemkab Malang sehingga baru di bulan Ramadan pantauan bisa diintensifkan.
"Untuk itu, kami imbau pedagang atau pihak lain tidak mencoba mempermainkan harga sembako saat ini. Tim ketahanan pangan akan menindak siapa pun yang mempermainkan harga dan stok sembako," tandas Sunardi.
Sementara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) siap menggelar sidak (inspeksi mendadak) ke sejumlah pasar tradisional yang ada di wilayah Kabupaten Malang.
Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Abdul Rahman Firdaus mengatakan, sidak yang dilakukannya tersebut dalam rangka memantau kenaikan harga kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan.
"Kami ingin memastikan tidak ada gejolak harga sembako selama bulan suci Ramadan ini," kata Abdul Rahman Firdaus.