MALANGTIMES - Ada fakta terbaru yang cukup mengenjutkan terkait nasib anak buruh migran asal Kabupaten Malang. Jauh dari sosok ibu lantaran ditinggal mengais rezeki di negeri orang, kekerasan seksual harus menimpa mereka. Miris, karena pelaku kekerasan seksual ternyata adalah orang terdekat mereka.
Direktur Lembaga Pengembangan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LP3TP2A) Kabupaten Malang, Hikmah Bafaqih menyebut dari beberapa kasus yang ditangani, pelaku kekerasan pada anak buruh migran dilakukan oleh orang terdekat mereka yakni pacar, ayah tiri, dan tetangga.
Berdasarkan data LP3TP2A Kabupaten Malang, hingga bulan Juli 2017 saja jumlah kekerasan seksual sama dengan angka pada tahun 2016 silam dan banyak menimpa perempuan berusia di bawah 18 tahun.
"Banyak anak-anak yang harus mengalami nasib pahit. Mereka dicabuli dan diperkosa oleh orang terdekat. Angka paling banyak pelakunya adalah pacar mereka. Selain itu, kawan sebaya dan keluarga dekat," jelas wanita yang akrab disapa Ema itu saat dihubungi MALANGTIMES, Kamis (3/8/2017).
Disinggung soal kasus terbaru yang menimpa anak buruh migran, Ema tak banyak menjelaskan detail. Sebab menurutnya hal tersebut merupakan bentuk kerahasiaan lembaga yang ia pimpin.
"Kita enggak bisa ungkap kasus detailnya seperti apa, ya adalah misalnya yang terbaru, saya enggak sebut ya daerahnya dimana, tapi anak ini diperkosa oleh ayah tirinya," kata dia.
Didesak jurnalis MALANGTIMES mengenai siapa dan dimana kasus terbaru perkosaan anak buruh migran, Ema tak berani bicara. Ia lantas berusaha mengalihkan pembicaraan dengan alasan menjaga kerahasiaan. "Kalau kita ungkap ke media bisa lari ini bapaknya," ujar wanita yang juga Ketua Fatayat NU Jatim itu.
Oleh sebab itu, Ema selaku direktur LP3TP2A Kabupaten Malang berupaya menekan angka kekerasan seksual pada anak buruh migran Kabupaten Malang. Ia bersama tim bergerak melakukan sosialiasi ke sejumlah kawasan di Kabupaten Malang.
Kecamatan sasaran adalah Donomulyo. Ema menjelaskan kecamatan ini termasuk lima besar pengirim Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Selain itu, menurut data Ema mengungkapkan kecamatan Donomulyo termasuk kecamatan dengan penduduk miskin tertinggi.
"LP3TP2A Kabupaten Malang bekerja sama dengan mitra luar Pemkab Malang mengajak masyarakat melakukan pengasuhan anak buruh migran bersama. Kami beri nama Pengasuhan Bersama Berbasis Masyarakat," jelas dia.
Program ini mengajak masyarakat sekitar bersama-sama menjadi orangtua anak buruh migran di lingkungan sekitar.
"Bukan hanya bisa menekan angka kekerasan seksual saya rasa. Tapi ini adalah bentuk tanggung jawab kita pada anak buruh," jelas dia.
Program ini akan dilakukan hingga 17 bulan ke depan dan kecamatan Donomulyo menjadi pilot project dari program Pengasuhan Bersama Berbasis Masyarakat bagi anak buruh migran Kabupaten Malang. (*)