MALANGTIMES - Pergantian musim di tengah ekstrimnya cuaca beberapa tahun ini, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mengimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaannya, terutama pada saat berada di areal yang ditumbuhi pepohonan.
Pasalnya, selain musim kemarau, angin juga cukup kencang bertiup di Kabupaten Malang setiap hari dan dimungkinkan bisa mengakibatkan pepohonan tumbang.
Hal ini tentunya cukup berbahaya, terutama bagi para pengendara, baik roda dua dan empat di jalanan. Dengan kondisi tersebut, Kepala BPBD Kabupaten Malang, Bambang Istiawan, mengajak kepada masyarakat untuk ikut serta terlibat aktif melaporkan bila melihat pepohonan yang sudah tua atau yang rawan tumbang oleh tiupan angin kencang.
“Selain tetap waspada dan tingkatkan kehati-hatian, kita berharap masukan masyarakat tentang kondisi yang bisa memicu kecelakaan," kata Bambang, Jumat (11/08).
Kondisi rawan angin kencang yang bisa menimbulkan kecelakaan, bisa terjadi terhadap pepohonan di pinggiran jalan raya, papan reklame maupun baliho serta adanya kabel jaringan listrik yang berdekatan atau terhalang dedahanan.
"Kita terus berkoordinasi dengan berbagai pihak atas potensi-potensi kecelakaan yang dipicu cuaca dan yang akan menimbulkan kerugian," ujar mantan Kepala Satpol PP Kabupaten Malang ini.
Angin kencang yang mendera di Kabupaten Malang khususnya dan Malang Raya pada umumnya, terjadi akibat adanya perbedaan tekanan tinggi dan rendah di Samudera Hindia bagian Selatan.
Hal inilah yang membuat angin berhembus kencang dengan kecepatan antara 15 sampai 30 knots dalam beberapa hari ini. "Angin kencang akan terus berlanjut sampai tiga hari ke depan," kata Djoko Budi Utomo Kepala Stasiun Klimatologi Karangploso yang juga mengimbau agar masyarakat lebih waspada.
Anomali cuaca yang terjadi juga membuat kondisi musim kemarau tahun ini menjadi berawan dan berangin dengan gerak dari timur tenggara dengan kecepatan maksimum 26 knots atau 47 km/jam di Laut Jawa dan 30 knots atau 54 km/jam di Selatan Jatim.
Kecepatan angin tersebut, menurut Djoko membuat tinggi gelombang air laut terpengaruh. "Tinggi gelombang laut Jawa antara 1,5-3,0 meter, sedangkan di Samudera Hindia yaitu selatan Jawa Timur mencapai 1,3-4 meter," terangnya.