Selamat Datang di LPPL Radio Kanjuruhan FM Malang - Live Streaming

MALANGTIMES - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangkates mencatat akhir tahun 2017 ini ada 8 gempa bumi dengan getaran dahsyat di wilayah Jawa Timur.

Dari delapan gempa bumi itu yang paling dirasakan getarannya menurut analisa BMKG Karangkates terjadi pada Januari, April, Mei, Oktober, dan Desember.

Kepala BMKG Karangkates, Musripan menjelaskan sepanjang tahun 2017 ada 557 gempa. Namun kejadian gempa yang paling terasa getarannya ada 8 kejadian.

"Dari 8 gempa bumi yang ada itu kekuatannya mulai 3,6 hingga 7,1 skala righter (SR)," kata Musripan saat dikonfirmasi MalangTIMES, Rabu (20/12/2017).

Gempa bumi pertama terjadi pada 29 Januari 2017 sekitar pukul 11.57 WIB, skala 4,9 SR dengan epicenter 9.26 Lintang Selatan sampai 112.88 Bujur Timur dengan kedalaman 9 kilometer.

Gempa bumi kedua berskala 3,6 SR pada 8 April 2017 sekitar pukul 08.17 WIB dengan epicenter 8.20 Lintang Selatan sampai 112.54 Bujur Timur (18 kilometer Barat Daya Malang), kedalaman 19 kilometer.

Ketiga, terjadi pada 27 April 2017 sekitar pukul 07.03 WIB berskala 4,6 SR dengan epicenter 8.85 Lintang Selatan sampai 112.49 Bujur Timur (78 kilometer Selatan Turen) kedalaman 83 kilometer.

Keempat, kejadian pada 24 Mei 2017 sekitar pukul 16.44 WIB berskala 5,9 SR dengan epicenter 9.07 Lintang Selatan sampai 111.45 Bujur Timur (108 kilometer Selatan Blitar) kedalaman 18 kilometer.

Kelima, pada 23 Oktober 2017 sekitar pukul 18.35 WIB berskala 4,5 SR dengan epicenter 9.29 Lintang Selatan sampai 113.11 Bujur Timur (140 kilometer Barat Daya Jember) kedalaman 47 kilometer.

Kemudian pada 26 Oktober 2017 terjadi dua kali gempa bumi yakni pertama pukul 16.35 WIB berskala 5,0 SR dengan epicenter 9.07 Lintang Selatan sampai 111.45 Bujur Timur (199 kilometer Selatan Lumajang yaitu Lebakharjo, Ampelgading, Kabupaten Malang) kedalaman 10 kilometer.

Malamnya ada gempa susulan sekitar pukul 22.04 WIB berskala 4,1 SR dengan epicenter 9.47 Lintang Selatan sampai 111.45 Bujur Timur (162 kilometer Barat Daya Lumajang) kedalaman 10 kilometer.

Kejadian gempa terakhir pada 15 Desember 2017 berskala 6,9 SR dengan epicenter 7.75 Lintang Selatan sampai 109.11 Bujur Timur (42 kilometer Barat Daya Kawalu Tasikmalaya) kedalaman 107 kilometer.

Dari delapan kejadian gempa bumi yang sangat terasa guncangannya itu, menurut Musripan, di antaranya disebabkan adanya aktivitas sesar (patahan) lempeng.

"Artinya patahan lempeng Indo Australia menyusup ke bawah lempeng Eurasia hingga memicu terjadinya gempa bumi," bebernya.

"Kalau jenis gempa bumi yang terjadi selama tahun 2017 ini rata-rata gempa bumi dangkal dan lokal," imbuhnya.

Disamping itu, gempa bumi yang terjadi tahun ini terhitung menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 566 kejadian dengan gempa yang dirasakan sebanyak 15 kali.

Who's Online

We have 9 guests and no members online

Visitors

357914
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
374
629
4225
346088
20788
25050
357914
Your IP: 34.207.98.73
2017-12-22 14:32
Visitors Counter