Selamat Datang di LPPL Radio Kanjuruhan FM Malang - Live Streaming

HUMAS-Rapat dinas perdana yang digelar siang ini Selasa (23/2), di Pendopo Kabupaten Malang di Kepanjen, Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna dan Wakilnya, Drs. H. M. Sanusi, MM yang baru saja di lantik pada 17 Februari lalu, paparkan strategi program kerja 100 hari M3.

Rapat ini dihadiri seluruh jajaran Pimpinan SKPD dan Pejabat Struktural Eselon III di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang, juga beberapa media cetak dan elektronik. Secara garis besar, visi misi Bupati terpilih yang nantinya akan jadi pijakan perumusan RPJMD 2016-2021 yang pastinya harus di sinergikan dengan RPJM Provisni dan RPJM Nansional, dan tentunya setelah ada pengesahan oleh DPRD.

Menurut Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna, program 100 hari adalah penguatan dari program yang sudah ada. “Konteknya bukan program baru tapi program lanjutan dari banyaknya program unggulan SKPD dan penekanan tentang UUD ASN, UU Pengelolaan Keuangan dan peraturan lainnya.”

“MADEP MANTEB MANETEP (M3) jika diterjemahkan, ini bukan lagi akronim tapi merupakan filosofi yang sudah lama berkembang di lingkungan masyarakat Jawa. Dan pastinya sudah banyak dimengerti. Sebuah filosofi itu yang kemudian harus dikembangkan. MADEP itu merupakan arah tujuan yang hendak dicapai, MANTEB adalah sebuah keyakinan dari kita bahwa manakala kita bekerja dengan etos kerja yang baik dan bagus dengan nilai kebersamaan, tentunya dengan tekad yang kuat. Maka tidak ada satupun yang tidak bisa dicapai secara bersama. Itulah yang harus dilakukan,” Jelas Bupati lagi.

Lebih lanjut, “Untuk menerjemahkan visi misi MADEP MANTEB MANETEP (M3), ada 7 misi yang di emban. Namun sebelumnya perlu kita pahami bersama agar kita tidak salah memberikan pengertian. Bahwa dari 7 misi, ini misi yang pertama yakni tentang Revolusi Mental ini terkait sekali dengan visi nawacita dari RPJM Nasional, dan misi tersebut menaungi atau memberikan penguatan dari 6 misi lainnya yakni: Rerformasi Birokrasi, Peningkatan IPM, Wisata dan Agro-Kompleks, Pembangunan Pedesaan, Infrastruktur dan Kelestarian Lingkungan.”

Tiga strategi yang digunakan dalam pelaksanaan program dan kegiatan 100 hari kerja adalah: Benah, yang artinya perlu di awal dilakukan pembenahan internal, peningkatan disiplin kerja, dan peningkatan kualitas pelayanan masyarakat; kemudian Inovasi, yang artinya dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang empati peduli/Empatik; pemerintahan yang peduli, pemimpin yang peduli, swasta yang peduli dan masyarakat yang peduli; dan yang terakhir adalah Koordinasi, disini sangat dibutuhkan yang namanya komunikasi, mejalin mitra kerja dengan semua pihak (Pemerintah Atasan, NGO/LSM, Perguruan Tinggi, Masyarakat Luas).

Who's Online

We have 103 guests and no members online

Visitors

666633
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
297
932
4754
657008
8120
30156
666633
Your IP: 34.207.98.73
2019-01-11 06:38
Visitors Counter