Selamat Datang di LPPL Radio Kanjuruhan FM Malang - Live Streaming

malangkab.go.id

KEPANJEN - Kabupaten Malang menggelar Jambore Sampah untuk kali pertama di tingkat daerah Kabupaten/Kota di Indonesia. Pembukaan Jambore Sampah Kabupaten Malang dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2017 ini di buka langsung oleh Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wisata Edukasi Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Kamis (23/02) pagi. Hadir juga dalam acara tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang, Wakil Bupati Malang, Sekretaris Daerah dan Para Pejabat Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang, para pemerhati, praktisi dan komunitas peduli lingkungan hidup, para pendidik perguruan tinggi dan sekolah para peserta jambore sampah.

Dalam sambutannya Bupati Malang menyambut baik atas terselenggaranya acara tersebut, “Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang saya sangat mengapresiasi atas dilaksanakannya Jambore Sampah ini. Semoga melalui moment ini dapat menjadi wadah guna membudayakan kepedulian masyarakat terhadap sampah dan lingkungan hidup, sehingga tercipta lingkungan hidup yang bersih, sehat dan lestari dimana hal ini juga merupakan salah satu visi dari 3 fokus landasan pembangunan Pemerintah Kabupaten Malang yakni Meningkatkan kualitas lingkungan hidup,” ungkapnya.

Menurut Bupati Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional muncul atas ide dan desakan dari sejumlah pihak untuk mengenang peristiwa di TPA Sampah Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat pada tanggal 21 Februari 2005, “Pada saat itu terjadi peristiwa tragis yaitu ledakan timbunan sampah sebagai akibat curah hujan yang tinggi dan petir yang menyambar tumpukan sampah yang mengandung gas Methan. Dari ledakan tersebut mengakibatkan longsoran tumpukan sampah yang menimbun permukiman warga serta menelan korban kurang lebih 157 jiwa akibat tertimbun jutaan kubik sampah. Berawal dari kejadian tersebut, sejak tanggal 21 Februari 2006 dilaksanakan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang dicanangkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” terangnya.

Dijelaskan Bupati bahwa jumlah sampah di Kabupaten Malang per tahun mencapai kurang lebih 400.000 Ton. “Jika di biarkan dan tidak di kelola dengan baik, sampah tersebut bisa menjadi bukit sampah. Sampah tersebut yang bisa ditangani oleh Dinas Cipta Kaya dan Tata Ruang Kabupaten Malang terangkut ke beberapa TPA yang ada di Kabupaten Malang baru mencapai sekitar 40% dan masih 60% yang perlu ditangani. Kemudian adanya para kader pemerhati sampah dan semua pihak dari masyarakat terutama yang di inisiasi oleh Dinas Cipta Kaya dan Tata Ruang Kabupaten Malang melalui Kepala Desa, dengan membentuk TPST, sehingga sumbangsih TPST di daerah ini juga menambah prosentase penanganan sampah kita kurang lebih 15% juga melalui ibu-ibu PKK dengan Pokja 3nya kader peduli sampah dan membuat bank sampah bisa terkurangi 4% sisanya inilah yang harus kita pikirkan bersama,” katanya.

Ditambahkan Bupati terkait gas metan yang di hasilkan di TPA Talanggagung ini sudah bisa di kelola dengan baik sehingga bisa di manfaatkan hasilnya oleh masyarakat sekitar, “Gas methan di sini tidak dibiarkan saja lepas ke udara akan tetapi dikelola dengan baik sehingga menghasilkan sebuah energi, terbarukan pengganti bahan bakar kompor gas melalui pipa. Pipa gas methan ini masuk dan di salurkan ke semua warga sekitar TPA Talanggagung ini, sehingga kompor penduduk bisa menyala 24 jam. Karena TPA Talanggagung ini mempunyai icon TPA Wisata Edukasi, sering juga menjadi jujukan Kabupaten/Kota di Indonesia untuk meniru konsep pengelolaan sampah tersebut, bahkan dari Kementerian Lingkungan Hidup juga beberapa kali mengadakan penelitian disini,” ulasnya.

Bupati berharap agar kegiatan tersebut didukung oleh semua pihak, karena target Kabupaten Malang Bebas Sampah adalah pada Tahun 2020. “Target Kabupaten Malang pada tahun 2020 adalah Kabupaten Malang bebas sampah. Saya mohon semua pihak, baik instansi pemerintahan, sekolahan, perusahaan, serta masyarakat di Kabupaten Malang untuk peduli terhadap sampah. Dengan mengelola sampah secara baik dan benar dengan melalui Bank Sampah maupun Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Sehingga dengan terkelolanya sampah di sumbernya oleh masyarakat akan dapat mengurangi sampah yang di bawa ke TPA, yang akan membawa manfaat umur TPA akan lebih lama,” harapnya.

Sementara itu Ir. Budi Iswoyo, MT. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang melaporkan bahwa, Jambore Sampah Kabupaten Malang dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2017 ini digelar selama dua hari, “Jambore ini berlangsung selama dua hari, dari tanggal 23 sampai dengan 24 Februari 2017. Adapun para peserta jambore sekitar 300 orang peserta, terdiri dari perwakilan pelajar siswa SMP, SMK, SMA, Perguruan Tinggi serta dari Kelompok Komunitas Peduli Lingkungan lingkup Kabupaten Malang, ulasnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan kesepakatan bersama pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kab. Malang antara Dinas Lingkungan Hidup dengan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang. Juga dilaksanakan deklarasi peduli sampah guna mendukung Kabupaten Malang bebas sampah pada tahun 2020, oleh Camat pemenang Kecamatan Berseri yakni Camat Gondanglegi, Tajinan, Kepanjen, Bantur, dan Karangploso sebagai aksi peduli sampah nasional dan salah satu strategi Madep Manteb Maneteb, yakni meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang berkelanjutan. Selain itu Bupati bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang, dan Wakil Bupati Malang juga melakukan aksi tanam pohon jenis Pentris di lokasi TPA Wisata Edukasi Talangagung. (humas/kus)

Who's Online

We have 276 guests and no members online

Visitors

668374
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
983
1055
6495
657008
9861
30156
668374
Your IP: 34.207.98.73
2019-01-12 23:25
Visitors Counter