Selamat Datang di LPPL Radio Kanjuruhan FM Malang - Live Streaming

malangkab.go.id

MALANG - Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna membuka kegiatan Workshop Hasil Evaluasi Tata Kelola Keuangan Desa dengan Aplikasi Siskeudes di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (13/8) pagi. Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, Pak Rendra, sapaan akrab Bupati, menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini sekaligus menyampaikan terima kasih kepada BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Timur dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan.

Workshop diikuti oleh para kepala desa se Kabupaten Malang dan para camat se Kabupaten Malang. Sedangkan, kegiatan yang berlangsung tiga jam tersebut menghadirkan sejumlah pembicara diantaranya Romli M. Sihombing (Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah BPKP) dan Eduard (Auditor KPK). Dalam sambutannya, Bupati berharap melalui penyelenggaraan Workshop yang mengambil tema : “Pengelolaan Keuangan dan Pembangunan Desa yang Partisipatif, Transparan dan Akuntabel dengan Menggunakan Aplikasi Siskeudes”, dapat membuat pembangunan khususnya di kawasan perdesaan Kabupaten Malang semakin berkembang pesat sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan.

Dijelaskannya, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, maka sebagai tindaklanjutnya juga telah dilaksanakan berbagai program kebijakan dari tingkat Pusat hingga di Daerah, termasuk salah satu yang senantiasa menjadi fokus perhatian adalah berkaitan dengan Dana Desa.

''Begitu pula dengan penerapan Dana Desa di Kabupaten Malang, upaya pengelolaan dan pemanfaatannya terus diupayakan agar benar-benar efektif dan tepat sasaran. Sebagai informasi, untuk Tahun Anggaran 2018 ini, telah ditetapkan dengan Peraturan Bupati Malang Nomor 7 Tahun 2018 tentang Besaran dan Prioritas Penggunaan Dana Desa TA 2018, dimana secara rata-rata untuk masing-masing Desa di Kabupaten Malang mendapatkan dana sebesar Rp831.257.429,-, dengan alokasi tertinggi diterima Desa Duwet Krajan Kecamatan Tumpang sebesar Rp1.167.989.000,- dan terendah diterima Desa Suwaru Kecamatan Pagelaran Sebesar Rp682.836.000," ujar Pak Rendra dalam sambutannya.

Dalam pelaksanaan di lapangan, kata Bupati, nilai nominal Dana Desa yang menjadi bagian terbesar dari keuangan desa tentunya wajib dikelola dengan baik dan benar, sehingga dana tersebut dapat digunakan dengan tepat sasaran. Oleh karena itu Pemkab Malang memandang ada beberapa aspek yang harus mendapatkan fokus perhatian yaitu : aspek sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten dan memiliki integritas; sistem pengelolaan yang jelas, terstruktur dan berjenjang hingga ke level pelaksana, pembagian dana proporsional sesuai dengan kondisi geografis masing-masing desa, dan yang tak kalah pentingnya berhubungan dengan kontrol serta pengawasan pelaksanaan Dana Desa. Bupati menerangkan, Dana Desa dan pengelolaan keuangan desa yang baik adalah sebuah harapan masyarakat Desa, karena dengan adanya anggaran yang memadai serta dikelola secara maksimal maka pembangunan kawasan perdesaan akan semakin berkembang, semakin maju dan masyarakatnya pun juga semakin sejahtera.

''Guna meningkatkan manfaat positif Dana Desa dan pengelolaan keuangan desa secara keseluruhan, inovasi harus terus dilakukan, dan salah satunya adalah melalui adanya Aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) yang hari ini akan menjadi salah satu materi kegiatan workshop. Keberadaan aplikasi Siskeudes ini, tentu sangat positif dan akan menjadi nilai tambah yang sangat bermanfaat bagi tata kelola keuangan di lingkungan Desa. Penggunaan teknologi dalam era modern ini, tentu telah menjadi suatu tuntutan sekaligus kebutuhan yang harus sudah diterapkan oleh semua pihak, tanpa terkecuali yang berada di jajaran aparatur Pemerintah dari pusat hingga daerah," tegas Bupati.

Oleh karena itu, ia menuturkan, harapan dari Pemkab Malang, semoga aplikasi Siskeudes ini dapat diterapkan dengan baik oleh semua Desa di wilayah ini. Selain dalam rangka untuk memaksimalkan pengelolaan, menjadikan keuangan desa semakin akuntabel dan transparan, mengakselerasi pencapaian target pembangunan, sekaligus hal yang tak kalah pentingnya adalah untuk memacu semangat partisipatif dari semua komponen, termasuk masyarakat desa yang menjadi komponen mayoritas. Dia mengajak, semua perangkat desa untuk terus berinovasi untuk kemajuan, mungkin menjadi representasi yang menarik guna memacu semangat semua untuk terus berupaya maksimal meraih cita-cita dan kesuksesan bersama.

''Untuk itu, kepada para peserta Workshop diharapkan agar dapat mengikuti workshop ini dengan baik dan maksimal, karena semua materi dalam kegiatan ini nantinya akan sangat bermanfaat saat implementasi di lapangan. Melalui Workshop ini, tentu akan sangat bermanfaat dalam rangka menyamakan visi diantara para aparatur sehingga dalam pelaksanaannya tidak terdapat penyimpangan dan dapat saling menyokong sebagai sebuah kesatuan pelaksana pembangunan Kabupaten Malang. Mari kita manfaatkan momentum ini agar nantinya pembangunan kawasan perdesaan di Kabupaten Malang dapat berjalan sesuai harapan. Bismillahirrahmanirrahim, Workshop Hasil Evaluasi Tata Kelola Keuangan Desa dengan Aplikasi Siskeudes secara resmi saya nyatakan dibuka dan dimulai kegiatannya. Selamat mengikuti Workshop," pungkas Bupati. (humas/poy)

Who's Online

We have 30 guests and no members online

Visitors

662052
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
173
806
5044
652835
3539
30156
662052
Your IP: 207.241.231.150
2019-01-06 03:50
Visitors Counter