malangkab.go.id
AMPELGADING - Gubernur Jawa Timur (Jatim) sekaligus menjabat Ketua Majelis Gerakan Pramuka Daerah Jatim, Soekarwo secara resmi membuka kegiatan Karang Pamitran Nasional (KPN) tahun 2018 di Desa Lebakhardjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Selasa (14/8) pagi. Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur mengaku bangga kepada Desa Lebakhardjo, Kecamatan Ampelgading dan Kabupaten Malang mampu mewakili Jatim sebagai tuan rumah KPN dengan baik.
Rasa bangga tersebut disampaikan Pakde dalam amanat upacara pembukaan KPN saat bertindak sebagai inspektur upacara. Tak ketinggalan, ia mengucapkan selamat kepada para peserta KPN yang merupakan pembina dan pelatih Pramuka dari sejumlah daerah di Indonesia. Dia berpesan agar kepramukaan di Indonesia lebih maju tentu butuh kreativitas dan inovasi. Teknik kepramukaan terus dikaji dan dieksplorasi. Di KPN inilah kajian dan eksplorasi teknik kepramukaan akan dilakukan secara bersama.
Soekarwo mengatakan, tema KPN yakni Mendidik dan Membahagiakan Indonesia. Serta bermotto Bersaudara, Berbagi dan Berekreasi. KPN dikuti oleh 4120 peserta dari 417 kwarcab dan 30 kwarda se Indonesia serta didukung 500 orang relawan panitia. Peserta ditempatkan rumah penduduk berjumlah 800 unit rumah. Dikatakan Gubernur, setiap rumah penduduk ditempati para peserta asal Kwarcab yang berbeda agar mengungatkan persatuan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.
''Peserta terbagi di lima dusun Desa Lebakharjo berdasarkan golongan peserta didik meliputi Dusun Siaga, Penggalang, Penegak, Pamong Saka, Pelatih dan Rumah Warga, Kepala Pusat Pelatihan dan Pembina Pramuka Berkebutuhan Khusus. KPN juga disiapkan ada arena kreasi dan pameran Saka serta kedai. KPN dikemas secara kekinian dan dibungkus inovasi serta kreasi, terdapat pula Rumah Sakit Lapangan, Radio KPRI, Pos Keamanan, Pos Transportasi dan Pasar untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan," terang Pakde.
Gubernur berpesan, Dasa Darma sebagai prinsip Pramuka diharapkan mampu mengantarkan pantang gontok-gontokan, menjauhi saling ejek dan memusuhi, menghindari arogansi dan radikalisme. Dijelaskan, Pramuka harus suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Karena itu, pembina dan pelatih kepramukaan harus selalu merapatkan barisan untuk peduli sesama dan saling bersaudara sehingga carilah cara-cara kreatif dan inovatif untuk mendidik dalam bungkus persaudaraan.
''Pada akhirnya, dengan pondasi persaudaraan negara dan bangsa kita sejahtera lahir dan batin. Apalagi era saat ini, teknologi berkembangan dengan kecepatan dan ketepatannya. Keberhasilan menjadi warta utama. Teknologi dan komunikasi menjadi pelecut pikiran manusia. Indonesia dapat masuk di era industri teknologi, utamanya teknologi komunikasi jika bangsanya mampu berinovasi dan berkreasi di bidang tersebut," terangnya.
Pakde menambahkan, tentu salah satu syaratnya adalah energi para anggota Pramuka untuk bahu membahu dengan landasan persatuan mengelola perkembangan. Dijelaskannya, energi Indonesia sangat baik jika dipakai membahagiakan Indonesia. Berkaitan dengan hal tersebut, kata Pakde, kegiatan ini sangat strategis perannya bagi kemajuan Indonesia dan harus benar menghasilkan sesuatu yang mampu mendidik dan membahagiakan Indonesia di puncak HUT Pramuka demi masa depan anak.
''Saya bangga dengan Pak Lurah Lebakhardjo, bangga dengan Camat Ampelgading, dan bangga dengan Pak Bupati Malang yang telah mampu mewakili Jawa Timur sebagai tuan rumah KPN. Selamat untuk Jawa Timur, selamat untuk Desa Lebakharjo sebagai Desa Pramuka memang ujung dari kepramukaan adalah membahagiakan masyarakat. Selamat juga bagi para peserta, selamat mengikuti rangkaian kegiatan KPN," pungkasnya.
Terpisah, Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna mengaku, tentunya atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang berbangga dan berterima-kasih Kwarnas menunjuk Desa Lebakhardjo sebagai tuan rumah KPN tahun 2018. Desa Lebakhardjo oleh Kwarnas ditetapkan sebagai Desa Pramuka. Predikat ini bukan lantas mendadak diberikan, namun dalam sejarahnya sudah dua kali sebagai tempat digelarnya kegiatan Pramuka bersifat Internasional tahun 1978 dan 1993. Dijelaskannya, masyarakat Desa Lebakharjo memang sudah melekat dengan karakter dan ciri Pramuka.
'''Banyak kegiatan kepramukaan dilaksanakan di Lebakhardjo dengan tujuan agar semangat kepramukaan terus tersambung di desa ini dan Kabupaten Malang. Presiden Joko Widodo juga selalu mengingatkan bagaimana membangun khususnya melalui pinggiran atau desa dengan modal pentingnya kegotong-royongan yang selalu terpelihara. Kegotong-royongan tersebut selalu dikumandangkan, dikembangkan dan dijiwai Pramuka," terangnya.
Pak Rendra, sapaan akrab Bupati mengatakan, komitmen Pemkab Malang selalu mensupport kegiatan Pramuka di Lebakhardjo dan siapapun yang akan berkunjung ke desa ini. Dukungan itu dilakukan dengan perbaikan beberapa akomodasi dan aksesbilitas di Lebakhardjo. ''Sebelumnya hanya bisa melalui satu pintu yakni lewat Desa Sonowangi, sekarang bisa menggunakan dua akses jalan melalui Desa Purwoharjo agar tidak sampai dijumpai kepadatan kendaraan dan tingkat kecuraman jalan rayanya," pungkas Pak Rendra, sapaan akrab Bupati didampingi Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Malang, Hj. Jajuk Rendra Kresna.
Pada acara pembukaan KPN tersebut, juga tampak hadir Bupati Gresik, Wakil Walikota Batu, Kapolres Malang dan Dandim 0818 Kabupaten Malang / Kota Batu. Dari Kwarnas tampak juga hadir diantaranya Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Dewasa, Dr. Susi Yuliati, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda, Prof. S. Budi Prayitno dan Kepala Puslitbang Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Prof. Wan Abbas. KPN menjadi ajang reuni para peserta perkemahan Asia Pacific Community Service Camp Perkemahan Wirakarya Lebakharjo tahun 1978 dan Perkemahan Wirakarya (Comdeca) tahun 1993 yang juga berlangsung di Desa Lebakhardjo. (humas/poy)