Malangkab.go.id
HUMAS - Wakil Bupati Malang, Drs. H. Sanusi, MM meresmikan Program Pengembangan Kakao Berkelanjutan yang digelar di komplek Sanggar Kopi dan Cokelat PT Margosuko Dampit, Rabu (25/5) siang. Kegiatan ini digagas dari kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Malang, bersama Sustainable Cocoa Development Program (SCDP), Kakao Indonesia, Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Timur dan Indonesia Coffee & Coccoa Research Indonesia (ICCRI).
Abah, sapaan akrab Wakil Bupati Malang yang hadir mewakili Bupati Malang, Dr. H Rendra Kresna mengapresiasi tinggi kegiatan tersebut. Pasalnya, dalam rangkaiannya juga digelar workshop, focus group discusssion dan training. Sebanyak 100 peserta dari masyarakat dan petani kopi dan coklat dari wilayah Kecamatan Ampelgading, Tirtoyudo, Sumbermanjing Wetan dan Turen ikut ambil bagian.
Wabup juga menyampaikan terimakasih kepada pihak yang terkait dengan kegiatan tersebut lantaran sudah memilih Kabupaten Malang sebagai lima kota/kabupaten dari seluruh di Jawa Timur yang berkesempatan mendapatkan program pengembangan kakao secara berkelanjutan ini. Ia pun menegaskan, jika Kabupaten Malang sudah saatnya mengembalikan kejayaan di bidang pertanian kopi dan coklat seperti sebelum tahun 1999 lalu.
‘’Bapak Bupati Malang, Dr. H Rendra Kresna sudah mencanangkan Kabupaten Malang sebagai Bumi Agro Ekowisata. Presiden Joko Widodo sendiri juga sudah mencanangkan Kabupaten Malang sebagai salah satu pintu destinasi wisata ke Bromo. Jadi, kita bisa ambil peluang itu untuk meningkatkan pertanian dan wisata kita. Mari kita bekerja yang lebih bermanfaat untuk kemajuan kopi dan kakao Kabupaten Malang,” terang Abah Sanusi.
Selain Peresmian Program Pengembangan Kakao Berkelanjutan, kegiatan dihadiri pengurus Kakao Indonesia, Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Timur dan Indonesia Coffee & Coccoa Research Indonesia (ICCRI) juga dilaksanakan Pelantikan Satgas Kakao oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Tommi Herawanto. Tampak hadir menyaksikan pelantikan para satgas ini diantaranya Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar, dan Badan Ketahanan Pangan, dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Malang.
‘’Selain kopi Dampit yang sampai saat ini sudah mendunia, Kakao Mulia milik Kabupaten Malang juga pernah terbaik di dunia. Di Sumawe terdapat 15 ribu pohon Kakao yang akan ikut dikembangkan dalam program pengembangan berkelanjutan ini. Dalam program yang dipimpin SCDP ini kita akan melakukan penanaman bibit kopi dan kakao, dan rehabilitasi lahan kopi dan kakao untuk memaksimalkan kemampuan produksi,” ungkap Tomi.
Terpisah, Ketua Sustainable Cocoa Development Program (SCDP), Isdarmawan mengaku jika peluang menguntungkan bagi masyarakat Kabupaten Malang bisa melalui bidang pertanian kopi dan kakao. Bahkan, ia mencontohkan, salah satu pabrik pengolahan kakao atau biji coklat besar asal Singapura juga sudah merelokasi pabriknya di Sidoarjo. Perkembangan tersebut bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh petani Kabupaten Malang dengan memaksimalkan produksi kopi dan kakao.
‘’Pabrik asal Singapura ini tiap tahunnya berproduksi dengan menerima 100 ribu ton kakao. Selama ini pabrik ini mengambil dari Kendari, Bali dan Flores. Sebagai petani asal Jawa Timur harus bangkit agar ikut memasok hasil pertaniannya. Kakao Jawa Timur saat ini didominasi dari perkebunan besar yang ada di Jember dan Banyuwangi. Kesempatan ini harus ditangkap masyarakat petani Kabupaten Malang. Di Bondowoso, Pemkab Bondowoso menambah 10 hektar menambah 25 hektar lahan kakao bagi petani, dengan produksi 1 Hektar sebesar 3-4 ton,” terangnya. (poy)